BAB VI
KERAGAMAN AGAMA/
RELIGI/ KEPERCAYAAN DI INDONESIA
A.
PENGERTIAN
AGAMA DAN KEPERCAYAAN
1.
Pengertian
Agama
·
Agama adalah sebuah koleksi terorganisir dari
kepercayaan, sistem budaya, dan pandangan dunia yang menghubungkan manusia
dengan tatanan/perintah dari kehidupan.
·
Anthony
F.C, agama adalah seperangkat upacara yang diberi rasionalisasi mitos, dan yang
menggerakkan kekuatan supernatural dengan maksud untuk mancapai atau
menghindarkan
·
Koentjoronigrat:
agama adalah kepercayaan yang dimiliki oleh setiap manusia dalam mencapai
kehidupan yang nyaman baik secara spiritual maupun jasmani
2.
Unsur-unsur
agama
·
Emosi
keagamaan yang menyebabkan manusia menjadi religius.
·
Sistem
kepercayaan yang mengandung keyakinan
serta bayangan-bayangan manusia tentang sifat-sifat Tuhan serta tentang wujud
dari alam gaib.
·
Sistem
upacara religius yang bertujuan mencari hubungan manusia dengan Tuhan,
dewa-dewa, atau makhluk-makhluk halus yang mendiami alam gaib.
·
Kelompok-kelompok
religius atau kesatuan-kesatuan sosial yang menganut sistem kepercayaan dan
yang melakukan upacara-upacara religius.
3.
Pengertian
kepercayaan
Kepercayaan =
keyakinan
Keyakinan adalah
suatu sikap yang ditunjukkan oleh manusia saat ia merasa cukup tahu dan
menyimpulkan bahwa dirinya telah mencapai
kebenaran . Karena keyakinan merupakan suatu sikap, maka keyakinan
seseorang tidak selalu benar atau, keyakinan semata bukanlah jaminan kebenaran
B.
FUNGSI
AGAMA
Sumber
pedoman hidup bagi individu maupun kelompok
Mengatur
tata cara hubungan manusia dengan Tuhan dan manusia dengan manusia.
Merupakan
tuntutan tentang prinsip benar atau salah
Pedoman
mengungkapkan rasa kebersamaan
Pedoman
perasaan keyakinan
Pedoman
keberadaan
Pengungkapan
estetika (keindahan)
Pedoman
rekreasi dan hiburan
Memberikan
identitas kepada manusia sebagai umat dari suatu agama.
Melindungi
umatnya
C.
PERBEDAAN
ANTARA AGAMA DAN KEPERCAYAAN
|
AGAMA
|
KEPERCAYAAN
|
|
Menuntun
umatnya agar memiliki kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa
Memiliki guru
besar atau disebut juga Nabi.
Memiliki suatu
ajaran bagaimana untuk menuju jalan kebenaran.
Memiliki umat
yang mengakui kebenaran ajarannya.
Tidak akan
pudar karena waktu atau dapat dibuktikan kebenarannya karena waktu.
Memiliki
dogma-dogma atau ajaran yang baku dan mengikat penganutnya
Terdapat
lembaga tertentu yang mengatur tata tertib anggota dan umatnya
Terdapat
upacara-upacara atau ritual-ritual tertentu
|
Memiliki
Obyek.
Bersifat
Subyektif atau Penilaian diri sendiri.
Bersifat tidak
tetap.
Tidak memilik
dogma-dogma atau ajaran yang baku dan mengikat penganutnya
Tidak
berbentuk lembaga
Tidak ada
pemimpin struktural yang menjadi pemimpin umat
Tidak terdapat
upacara-upacara atau ritual-ritual tertentu
|
D.
AGAMA
WAHYU DAN AGAMA BUMI
1.
Agama
wahyu
a.
Pengertian
Agama
wahyu disebut juga sebagai agama universal yaitu agama yang hampir sebagian
masyarakat di dunia mengikutinya. Agama wahyu adalah agama yang bersumber dari
wahyu Tuhan yang dikabarkan oleh manusia yang dipercaya sebagai utusan Tuhan.
Utusan Tuhan ini biasanya disebut sebagai Nabi. Wahyu yang dimaksud adalah
perkataan tuhan yang disampaikan kepada manusia untuk disampaikan ke umat
manusia agar tercipta ketenangan hidup. Agama yang berkembang didunia ada beberapa
macam diantaranya, Islam, Kristen, Katolik, dan Yahudi.
b.
Ciri-ciri
agama wahyu:
1)
Percaya
adanya Tuhan yang menciptakan dan menguasai alam semesta.
2)
Adanya
pedoman untuk menjalani keagamaan yaitu kitab suci.
3)
Kebenaran
yang dinyakini adalah mutlak.
4)
Isi
ajarannya adalah perintah keagamaan dan larangan keagamaan
2.
Agama
bumi
a.
Pengertian
Agama
bumi adalah suatu kepercayaan yang bersumber pada kekuatan alam dan bumi. Orang
yang menanut agama bumi percaya bahwa di alam ada kekuatan yang dapat mengatur
dan menentukan kehidupan.
b.
Ciri-ciri
agama bumi
1)
Kepercayaan
terhadap benda-benda yang memiliki kekuatan diluar batas kemampuan manusia.
2)
Pengikutnya
adalah masyarakat yang tinggal di pedalaman yang masih memiliki pola berpikir
yang sederhana.
3)
Dasar
kepercayaannya adalah ajaran turun menurun dari para nenek moyangnya.
4)
Ajaran
agama tidak terpisahkan dengan adat istiadat dan kebudayaan dari penduduk.
5)
Sesuatu
yang disembah adalah dewa-dewi, roh-roh, ataupun kekuatan alam lainnya
E.
KEPERCAYAAN
YANG BERKEMBANG DI INDONESIA
1.
Fetishisme
Adalah
bentuk religi yang didasarkan pada kepercayaan akan adanya jiwa atau roh dalam
benda-benda tertentu. Penganut kepercayaan ini melakukan aktivitas religius
berupa pemujaan terhadap benda-benda tersebut.
2.
Animisme
Adalah
bentuk religi yang didasarkan pada ke-percayaan bahwa alam sekitar manusia
berdiam berbagai macam roh. Animatisme adalah bukan merupakan bentuk religi
namun merupakan sistem kepercayaan bahwa benda-benda dan tumbuh-tumbuhan di
sekeliling manusia itu memiliki jiwa dan bisa berpikir seperti manusia.
3.
Dinamisme
Adalah
kepercayaan bahwa segala sesuatu mempunyai tenaga atau kekuatan yang dapat
memengaruhi keberhasilan atau kegagalan usaha manusia dalam mempertahankan
hidup. Mereka percaya terhadap kekuatan gaib dan kekuatan itu dapat menolong
mereka. Kekuatan gaib itu terdapat di dalam benda-benda seperti keris,patung,
gunung, pohon besar, dll. Untuk mendapatkan pertolongan kekuatan gaib tersebut,
mereka melakukan upacara pemberian sesaji, atau ritual lainnya.
4.
Totemisme
Adalah
kepercayaan bahwa hewan tertentu dianggap suci dan dipuja karena memiliki
kekuatan supranatural. Hewan yang dianggap suci antara lain sapi, ular dan
harimau
5.
Polytheisme
Adalah
bentuk religi yang berdasarkan kepercayaan kepada satu sistem yang luas dari
dewa-dewa dan terdiri atas upacara-upacara guna memuja dewa-dewa tersebut.


EmoticonEmoticon